Bimbingan Mental "Hijrah" oleh Hakim Pengadilan Agama Sampang
Pada hari Rabu, 19 November 2025, seluruh pegawai Pengadilan Agama Sampang melaksanakan salat Asar berjamaah di Musholla Al-Firdaus. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan bimbingan mental yang disampaikan oleh Hakim Pengadilan Agama Sampang, Bapak Ahmad Zubaidi, S.H.I, dengan tema “Hijrah”. Dalam mengawali materi, Beliau menyampaikan puji syukur atas nikmat iman, Islam, dan keselamatan sehingga seluruh pegawai dapat melaksanakan salat Asar berjamaah dengan khidmat. Shalawat dan salam juga beliau sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, yang melalui wahyu dari Allah SWT telah memberikan petunjuk sehingga umat Islam mampu berhijrah dari masa jahiliah menuju kehidupan Islam yang terang benderang.

Beliau kemudian mengutip Surah An-Nisa ayat 100, yang menjelaskan bahwa siapa saja yang berhijrah di jalan Allah akan menemukan banyak tempat dan peluang. Bahkan apabila seseorang sudah keluar dari rumah dengan niat berhijrah lalu wafat sebelum sampai ke tujuan, maka ia tetap tercatat sebagai orang yang telah berhijrah. Menurut beliau, hijrah adalah berpindah dari satu keadaan menuju keadaan lain, termasuk berpindah dari sifat buruk menuju sifat baik. Dalam Islam, kata hijrah disebutkan sebanyak 31 kali, menandakan pentingnya perubahan menuju kebaikan bagi setiap muslim.
Beliau mencontohkan bahwa hijrah dari keburukan menuju kebaikan merupakan hal yang tidak mudah, sehingga harus disertai jihad, yakni usaha sungguh-sungguh. Beliau mengutip perumpamaan Imam Syafi’i bahwa air yang hanya diam akan menjadi kotor, sedangkan air yang mengalir akan menjadi jernih—sebagai gambaran bahwa perubahan diperlukan untuk mencapai kebaikan. Beliau juga menyampaikan hadis Umar bin Khattab tentang pentingnya niat dalam berhijrah.

Dalam konteks pekerjaan, beliau menjelaskan bahwa bekerja terutama bagi para pegawai Pengadilan Agama yang harus berpindah dari tempat tinggal ke tempat tugas juga merupakan bentuk hijrah. Beliau kemudian menyampaikan lima fadilah (keutamaan) hijrah menurut Imam Syafi’i, yaitu:
1. Terurai kegelisahan
Ketika seseorang terus berada di kamar saat memiliki masalah, kegelisahannya akan bertambah. Namun, ketika ia keluar, berinteraksi, dan bersilaturahmi, kegelisahan itu perlahan akan hilang.
2. Mendapatkan rezeki
Rezeki datang melalui usaha dan pergerakan. Beliau mencontohkan bahwa emas yang dibiarkan sebagai bongkahan tidak bernilai tinggi, tetapi ketika diolah menjadi perhiasan, nilainya meningkat.
3. Ilmu
Dengan bertemu banyak orang, kita akan memperoleh pengalaman baru. Ada pepatah yang mengatakan “experience is the best teacher”.
4. Adab atau tata krama
Indonesia memiliki beragam budaya, sehingga setiap orang memiliki adab yang berbeda. Dengan bertemu banyak orang, kita belajar menyesuaikan diri dan bersikap dengan tepat.
5. Memperluas pergaulan
Hijrah membuat seseorang bertemu lebih banyak orang, yang pada akhirnya memperluas jaringan pertemanan dan menambah saudara.
Di akhir kegiatan, beliau berharap agar bimbingan mental ini dapat membangkitkan semangat disiplin, serta menjadi pengingat dan motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus membangun budaya kerja yang harmonis, saling mendukung, dan dilandasi dengan cinta serta doa yang tulus.

