Membangun Karakter Abdi Negara Sejati Bersama Wakil Ketua dalam Kegiatan Bimbingan Mental Pengadilan Agama Sampang

Bimbingan mental Pengadilan Agama Sampang yang rutin diadakan pada minggu pertama dan ketiga setiap bulan, kembali digelar di Mushola Al-Firdaus yakni tepatnya pada hari Rabu, 06 Agustus 2025 setelah ba'da ashar. Dengan bertemakan "Karakter Abdi Negara Sejati" Bapak Wakil Ketua (M. Amir Syarifuddin, S.H.I., M.H) siap untuk menyampaikan tausiyah kepada seluruh aparatur Pengadilan Agama Sampang yang turut hadir dalam kegiatan ini.

Tema ini merupakan sebuah refleksi penting bagi setiap pegawai agar senantiasa menghindari perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain yakni dengan memahami karakter sejati sebagai seorang Apatur Sipil Negara. Dibuka oleh Kepala Dewan Kesejahteraan Mushola Al-Firdaus yakni Bapak Hasanuddin, S.Sy., M.H, Beliau menyampaikan kembali bahwa bimbingan mental ini merupakan salah satu momentum yang tepat untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah antar pegawai di tengah kesibukan pekerjaan masing-masing, sehingga yang tadinya suntuk diharapkan dengan bertemu serta berkumpul dalam kegiatan tausiyah ini bisa kembali bersemangat. Tak lupa Beliau menyampaikan terima kasih telah menyempatkan diri untuk hadir mengikuti kegiatan bimbingan mental ini yang diharapkan dapat lestari dan terkelola dengan baik sampai kapanpun.

Dalam tausiyahnya Wakil Ketua Pengadilan Agama Sampang (Bapak M. Amir Syarifuddin, S.H.I., M.H) menyampaikan karakter abdi negara negara yang paling utama kita tauladani sejatinya terdapat pada diri Rasulullah SAW. Namun, hal tersebut bisa kita sederhanakan kembali menjadi beberapa istilah yang biasa kita jumpai seperti Smart ASN, BerAKHLAK, hingga 8 nilai utama Mahkamah Agung yang sering kita ucapkan pada waktu apel. Kejujuran, berintegritas dan profesional selalu kita kedepankan sebagai abdi negara sejati dalam menyelesaikan tantangan pekerjaan setiap harinya. Namun ada pula hal yang lebih penting yakni keikhlasan, yang dapat memunculkan kekebalan alami dalam diri masing-masing. Kebal di sini bukan diartikan sebagai kekuatan fisik, melainkan lebih kepada hati yang tenang dan tentram. Sehingga apabila mungkin terdapat pihak berperkara yang menguras emosi, kita tetap dapat tersenyum dan santun dalam melayani mereka. Hal ini tidak hanya harus dimiliki oleh petugas pelayanan, melainkan juga harus dimiliki oleh seluruh pegawai guna menciptakan lingkungan kerja yang harmonis.

Diakhiri dengan sebuah hadist yang dibacakan oleh Wakil Ketua Bapak (M. Amir Syarifuddin, S.H.I., M.H) yakni semoga dengan adanya kegiatan bimbingan mental ini dapat menjadi jalan dalam menjadi abdi negara sejati yang selalu bertaqwa kepada Allah SWT, menuju pribadi yang bermoral, berbudi pekerti luhur dan berakhlak mulia serta bermanfaat bagi masyarakat dan instansi.


