• Empat Pesan Dirjen Badilag Saat Membuka Seminar Formulir Kepaniteraan

    Empat Pesan Dirjen Badilag Saat Membuka Seminar Formulir Kepaniteraan

    Thursday, 28 June 2012 01:44
  • PROF. DR. M. HATTA ALI, S.H., M.H. MENYAMPAIKAN SAMBUTAN DALAM KONFERENSI HUKUM SE-ASEAN

    PROF. DR. M. HATTA ALI, S.H., M.H. MENYAMPAIKAN SAMBUTAN DALAM KONFERENSI HUKUM SE-ASEAN

    Thursday, 28 June 2012 01:55
  • OPTIMALISASI SISTEM INFORMASI PENELUSURAN PERKARA DALAM UPAYA REFORMASI KEADILAN

    OPTIMALISASI SISTEM INFORMASI PENELUSURAN PERKARA DALAM UPAYA REFORMASI KEADILAN

    Thursday, 28 June 2012 04:26
  • “PENGHARGAAN KEPADA MAHKAMAH AGUNG ATAS DITERBITKANNYA SURAT EDARAN NO.4 TAHUN 2011”

    “PENGHARGAAN KEPADA MAHKAMAH AGUNG ATAS DITERBITKANNYA SURAT EDARAN NO.4 TAHUN 2011”

    Thursday, 28 June 2012 04:37
  • PENGADILAN AGAMA SAMPANG MENDAPATKAN JUARA UMUM KE 3 LOMBA

    PENGADILAN AGAMA SAMPANG MENDAPATKAN JUARA UMUM KE 3 LOMBA

    Wednesday, 23 April 2014 09:13

Home

Badilag Tandatangani MoU dengan Baznas

Dirjen Badilag, Abdul Manaf mengucapkan terima kasih atas kedatangan tim Baznas."Semoga apa yang kita lakukan ini sebagai kontribusi kita dalam rangka pembangunan umat,"katanya.

Abdul Manaf meminta kepada pegawai Ditjen Badilag yang akan bertugas di daerah untuk menginformasikan bahwa sekarang ini sudah terdapat rekening pengelolaan uang iwadh.

"Saya sudah berbicara kepada Direktur Pembinaan Administrasi bila nanti para pegawai PA menyampaikan laporan bulanan yang berkaitan dengan perkara, juga harus menyisipkan pengiriman laporan yang berkaitan dengan uang iwadh. Dan itu bukan bagian dari laporan perkara, tetapi sekadar informasi,"tambahnya.

Deputi baznas, M Arifin Purwakananta mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas penandatanganan kesepakatan ini . "Ini kesepakatan yang bersejarah karena sepanjang sepengetahuan saya, sekaranglah diwujudkan dana keagamaan yang namanya iwadh itu dimasukkan ke dalam pengelolaan Baznas. Ini merupakan pencapaian luar biasa yang telah di buat oleh Ditjen Badilag dengan Baznas ,"ungkapnya.

Arifin menyadari bahwa uang iwadh adalah dana yang diakibatkan karena proses perceraian, diantara beberapa faktor penyebab perceraian diantaranya adalah masalah ekonomi ."Kami merencanakan dana-dana yang akan di himpun dari Pengadilan Agama itu akan di manfaatkan kembali untuk meyelesaikan masalah ekonomi umat,"ungkapnya.

Baznas menurut Amin terus mencoba memperbaiki untuk semakin baik dan semakin transparan."Kami terus di audit dengan hasil WTP. Kami juga membuka ruang seluas-luasnya kepada media dan masyarakat untuk mengakses program-program kami ,"katanya.

Amin meyakini kepercayaan publik kepada Baznas itu bisa ditingkatkan mana kala Baznas berbenah memperbaiki diri , lebih terbuka dan transparan.

"Tentu saja kami masih banyak kekurangannya. Kami mohon doa agar kami bisa amanah , bisa bekerja lebih baik sehingga nantinya Baznas bisa melayani ibadah zakat umat seluruh indonesia baik di dalam negeri maupun yg ada di luar negeri,"pungkasnya.(Ridwan/Hirpan Hilmi)

Additional information